

Halo #OrangBaik,
Di tengah riuhnya konten media sosial yang sering kali tidak penting, ada sebuah kenyataan pahit yang luput dari perhatian kita. Ini adalah kisah tentang Pak Sukani (50), seorang tukang kayu paruh waktu yang tinggal di Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY.
Kehilangan Segalanya dalam Sekejap
Saat musibah kebakaran hebat itu terjadi, rumah Pak Sukani sedang kosong. Pak Sukani sedang menjenguk tetangganya yang sakit, lalu melanjutkan kerja pertukangan di sekitar rumahnya. Sementara istri dan anak-anaknya sedang bekerja dan sekolah.
Hanya dalam hitungan menit, api melahap habis seluruh bangunan rumah beserta isinya. Tidak ada yang tersisa.
"Habis semua mas, hanya baju yang kami pakai ini yang tersisa," tutur Bu Rubiyem, istri Pak Sukani yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, sambil menahan tangis.
Bukan Hanya Kehilangan Rumah, tapi Juga Mata Pencaharian
Pak Sukani adalah seorang tukang kayu. Di depan rumah itulah ia biasanya membuat pintu, meja, atau kursi pesanan warga. Kini, selain kehilangan tempat berteduh, alat-alat pertukangan yang menjadi satu-satunya sumber nafkah beliau juga telah hangus menjadi arang.
Sungguh ironis, seorang yang harinya dihabiskan untuk menjadi tulang punggung keluarga yang serba terbatas, kini justru harus berdiri di atas puing-puing rumahnya sendiri tanpa punya pakaian ganti.
Mari Bersama Kembalikan Senyum Pak Sukani
Kami tidak ingin membiarkan Pak Sukani dan keluarga berjuang sendirian di tengah dinginnya malam tanpa atap. Melalui campaign ini, kami mengajak Anda semua untuk patungan modal kebaikan.
![]()
Belum ada Fundraiser